Jumat, 07 Desember 2012

teruntuk yg terhormat, tersayang, dan tercinta

Assalamualaikum...

Hanya ingin berbagi bahagia di sore ini, karena sampai saat ini saya merasa kalian semua adalah anugerah yg luar biasa yg pernah saya terima.
Pertama, izinkan saya berterima kasih atas doa, dukungan, semangat, kerjasama, dan keikhlasannya selama berdampingan dg saya. Saya tidak tahu akan membalas dg apa nantinya, selebihnya akan saya serahkan balasannya pada Allah SWT. Mungkin selama ini saya melakukan hal-hal yg kurang berkenan, tdk sopan, membahayakan, atau bahkan merugikan, tolong harap maklum dan di maafkan.

sebenarnya saya ingin sekali menyebut satu persatu nama kalian, namun terlalu banyak dan tidak mungkin bisa saya tag semuanya. Untuk yg terhormat, saya akan tetap terus berusaha berjalan di garda depan, insyaallah. Untuk yg tersayang, semoga rasa ini tdk akan luntur selamanya. Dukungan, doa dan bantuan kalian tetap saya butuhkan. Untuk yg tercinta, semoga tulus cinta saya kepada kalian bisa selamanya, dan tetap pada jalanNya.

Mungkin kalian bertanya mengapa saya menulis ini, namun ini hanya sekedar celoteh kecil yg mungkin bisa tetap menyatukan kita... ^_^

-Fe-
220310/18.25

Jangan Tanyai Aku Cinta

Sekelumit percakapan antara Aku (A) dan Hatiku (H) :

.A: aku mncintai dia, apa yg harus kulakukan/kuberikan padanya agar dia bahagia?
.H: mengapa kau berkata bgitu?
.A: karena aku tidak tahu apa arti mencinta sebenarnya..
.H: hanya itu?
.A: aku jg tak tahu bagaimana berperilaku layaknya orang mencinta..
.H: ada lagi?
.A: aku ingin merasakan dicintai oleh seseorang dg tulus..
.H: hanya ingin dicintai? Tdk ingin mencintai dg tulus juga??
.A: tapi aku tak tahu cara mencintai & dicintai..
.H: luapkan saja semua. Yg lainnya?
.A: aaaahh,,!! tolong jangan tanyai aku tentang cinta. Aku tidak tahu apa2..
.H: lalu mengapa kamu bicara cinta?
.A: karena aku mulai merasa mencintai seseorang...
.H: apa yg sudah kau berikan padanya?
.A: Ummm... sepertinya sudah banyak, tapi aku merasa tak memberikan apapun.
.H: sebutkan itu?! Semua. Pikirkan pelan2 saja, aku menunggu jawabanmu...
.A: aku tak tahu apakah jawabanku ini adalah jawaban atas pertanyaanmu tadi, namun aku berusaha menjelaskan yg aku berikan & lakukan,,,, ;
-secuil ruang di otakku utk memikirkannya setiap waktu
-sekelumit ucapan dalam doa2ku untuknya setiap aku memohon padaNya
-sejenak debaran jantungku saat dia berada pada situasi yg berhawa negatif
-seluas inderaku untuk bercengkerama dengannya
-sebentuk ragaku saat mendampinginya dalam suka maupun duka
- ...............
.H: teruskan, lanjutkan. Aku menunggu yg berikutnya...
.A: aku tidak tahu!! Apakah aku jg harus memberinya bunga? Buku? Mobil? Rumah??
.H: baiklah, cukup kalau begitu. Aku hanya sepotong hati, tak banyak yg bisa kulakukan. Aku sebagai hatimu akan selalu menuntunmu untuk selalu bersamanya. Aku tdk menyalahkan/membenarkan penjelasanmu tadi. Selama kau berproses untuk kebaikan cinta, aku akan tetap mendampingimu.Aku hanya sepotong hati yg berusaha menjadikan dirimu yang terbaik baginya...


YOU!

-Fe-
260410. 00:37

Ternyata cinta bisa berwujud doa

*Apa yg anda harapkan dr sebuah cinta??..
.Mawar??.. Its usual.
.Cokelat??.. Too simple.
.Boneka??.. Always available.
.Bunga bank??.. Its terrible.
.Kunci new BMW??.. Almost impossible.
.Villa di Legian??.. Welcome to de jungle.

Seperti yg pernah saya baca sebelumnya di notes milik seorang teman, bahwa cinta tidak selalu berwujud bunga. Mungkin salah satunya berwujud doa. Lebih mengena, lebih intim antara pendo'a, yg di do'akan, dan Dia Yang Mengabulkan do'a.

Dibalik Hujan



Malam ini hujan turun. Deras. Sy pribadi senang karena hujan turun. Dingin, sejuk, selimut, mimpi indah, pulas, inilah yang ada di benak sy.

Bagi beberapa orang pasti juga berpendapat sama dengan sy. Namun saat sy membaca posting milik beberapa teman, terasa sangat miris. Sangat bertolak belakang dengan apa yang ada di benak sy tadi. Mulai dari hal kecil seperti terjebak hujan, sampai hal yang (menurut sy) penting, seperti berkurang/hilangnya hasil dari usaha mencari nafkah. KuasaMu Ya Allah...

Hamba hanya bisa mengiba, kuatkanlah mereka yang kesulitan, berilah petunjuk pd mereka agar tetap bisa bertahan dan sampai pada titik yang indah.. Amienn..


-Fe-
260710/24.10

Bahagia



Berawal dr satu titik, menjadi satu garis, berkembang menjadi satu bentuk.
Berawal dr merangkak, menjadi berjalan, kemudian berlari.
Berawal dr niat & do'a, kemudian mencoba, lalu berhasil.

Ada kalanya setelah berhasil, kita menjadi merasa di atas segalanya. Namun untuk menuju kebahagiaan, bukanlah di hitung dr pencapaian puncak semata. Agar bagaimana kita tetap menjaga 'hasil' tersebut dg sebaik-baiknya. Caranya?? Tetap bertahan pada proses-proses dlm pencapaian tadi. Akal, budi pekerti, dan iman kita yg akan menjalankan roda menuju kebahagiaan.


-Fe-
260710/12.45

Ada Aku, Dia, Kami, dan Mereka.



Fe. 170910. 22:55
Aku adalah kisah.
Dia adalah penggalan kisah.
Kami adalah cerita.
Mereka adalah cinta.
Dan Allah adalah pembuat kisah, cerita, cinta.

Aku bisa tertawa.
Dia bisa tergelak.
Kami gembira.
Mereka pun bersorak.
Yang pasti, Allah adalah pengarah tawa, gelak, gembira, dan sorak.

Aku mungkin terdiam.
Dia mungkin gagu.
Kami mungkin ragu.
Mereka bahkan mungkin membisu.
Namun yakin Allah adalah Sang Narator diam, gagu, ragu, dan bisu.

Aku pernah mengeluh.
Dia pernah menggerutu.
Kami bahkan pernah ber'adu'.
Mereka juga pernah mengaduh.
Sedangkan Allah dlm berkehendak, tdk pernah sekalipun mengeluh, menggerutu, ber'adu', dan mengaduh.


Maha suci Allah yang telah memberikan & menjadikan aku, dia, kami, dan mereka sebagai lakon kehidupan...

Sedikit Tentang Ibu


.17 sept 10.

Pagi.
Hari ini sy bangun jam stg 8 pagi, krn kbtulan masi haid. Si 'mbak' plg kampung dan sy mendengar ibu sibuk d dapur. Sy hampiri ibu dan ternyata hampir smua sarapan sudah siap. Lalu sy bantu sisa pekerjaan ibu d dapur. Kemudian beliau bersiap ke kantor. Jam 8 ibu berangkat dengan sedikit titipan belanjaan dr sy.

Siang
Semua yg d rumah sibuk. Bahu membahu mengerjakan pekerjaan si mbak. Sy menyapu & kasih makan Bleki, kelinci kesayangan keluarga kami. Sy sempat ke salon, refresh penampilan.

Sore
Ibu dtg jam 4 sore, membawa belanjaan titipan sy. Trimakasih bu :)
Ibu juga membawa serta kue & roti dari rapat d kantor tadi siang. Sy & adik berebut memilih, dan ibu mengambil roti yg tidak kami pilih.

Malam
Ibu menawarkan sy & adik membeli makan malam nasi goreng d luar. Karena porsinya besar, kami hanya beli 2 bungkus untuk 4 kepala; saya, adek, bapak, & ibu. Sampai di rumah, porsi nasi goreng yg kami sangka banyak, ternyata sudah tak sebanyak dulu. Kuperhatikan ibu mengambil 3 piring saja. Membagi masing2 setengah dr 2 porsi nasi goreng. Sudah adil. Namun kemudian ibu memberikan setengah miliknya ke piringku & piring adikku. Jadi ibu hanya makan 1/4 dr 1 porsi nasi goreng di atas kertas pembungkus nasinya. Sy tanya, 'ibu nggak kurang segitu?'. Jawabnya, 'sudah buat mbak ma adek aj, ibu sudah makan roti yg tadi'. Sy hnya diam, mengambilkan air minum buat sy & ibu. Sy sempat melihat raut wajah ibu, di usianya yg senja masih ada raut cantik disana.

Saya ingin seperti ibu. Wanita yg sangat sy sayangi, hormati, & kagumi.
I love you ibuku.. :)