Senin, 28 Mei 2012

We're in PINK :')

Pengajian Hijabee Surabaya: Menjemput Jodoh. 27 Mei 2012.


Yeay! Ini kali kedua gue ikutan pengajian yang diadain Hijabee Surabaya (@hijabeesby). Fun. Excited. Usefull. And comfort. Ah uda kayak iklan pembalut aja, comfort :p Eh tapi nyaman itu penting buat gue, karena disini ada misi terselubung (iissshh!). Bisa dibilang gue adalah the soul who almost thirty, but stay in twenty first body :D Well, buat kalia yang gak tau maksudnya, uda di skip aja kalimat itu. daripada kebawa mimpi, hehehe.

Ok, review pengajian kemaren aja ya. Temanya Menjemput Jodoh. Berasa ditampar sekaligus excited gitu lah. Ustadznya masih muda dan masih single. Jadi mikir, ini bisa dipercaya gak ya tausiyahnya, kok pembicaranya sendiri belum berjodoh? Tapi untunglah, gue baru tau kalo dia single pas akhir acara. Kalo pas di awal acara gue uda tau duluan, mungkin dalam hitungan ke 10 gue uda kabur dari sana :D Tapi gue tetep duduk manis, dengerin tausiyahnya sampe selesai. Ustadznya menurut gue asik, gaul islami, dan penyampaian materinya langsung mengena. Beliau memang belum berjodoh, tapi uda banyak makan asam garam denger curhatan teman-temannya tentang jodoh itu sendiri. Lalu darimana beliau bisa menyarankan/memberi solusi bagi teman-temannya sedangkan beliau sendiri masih sendiri? Ternyata beliau membantu temannya dengan ilmu islam tentang perjodohan yang dimiliki. Dimana banyak membaca dan mendengar cerita ulama-ulama terdahulu, hadist-hadist, dan juga tafsir Al Qur'an. Jadi kita sebagai pendengar juga dibikin gak ribet untuk mencernanya. Cerita curhatan dari teman-temannya juga diceritakan ulang ke kita, dan itu bikin kita merasa mampu untuk bertindak sama dengan apa yang diceritakannya. Karena buktinya nyata. Ya, disini kita tidak sekedar butuh ilmu, tapi juga motivasi. And he did it :))

Below are some reviews from that pengajian:
  • Yakinkan dirimu bahwa dia (orang yang mengisi hatimu) itu adalah jodohmu. Yakini dan mintalah pada Allah SWT dengan sungguh-sungguh.
  • Baikkan dirimu bila ingin mendapat jodoh yang terbaik.
  • Bahwasannya jodoh itu harus dijemput, bukan ditunggu. Karena sejak kita lahir, Allah sudah menentukan 4 perkara atas diri kita, salah satu diantaranya adalah jodoh. Ibaratnya, kalo jodoh itu gak kita jemput, ya Allah gak akan kasih.
  • Perbanyak sholat malam, sholat dhuha, dan 'rajinkanlah' sholat fardhumu, jangan suka menunda-nunda. Buat ibadahmu terlihat spesial di mata Allah :)
  • Boleh banget kalo 'memaksa' Allah ketika berdo'a. Spesifikkan seseorang itu dalam do'amu. 
  • Perbanyak sedekah. Gak ada ruginya. Dan jangan dihitung keuntungan bersedekahnya.
  • Bahwa sebenarnya Allah selalu dekat dengan orang-orang yang sedih hatinya (patah hati)
  • Berdo'alah bahwa semoga kelak bisa berjodoh sampai bertemu di surga, bukan hanya sampai akhir hayat :))
  • Perbanyak baca QS Ar Rahman, Al Mulk, dan Waqi'ah. InsyaAllah dimudahkan.
  • Bersungguh-sungguhlah dalam berusaha. Pasangan yang mendapatkanmu dengan susah payah, pasti akan lebih mati-matian dalam menjagamu.
Itulah beberapa isi materi tausiyahnya. Semoga bisa berguna juga buat yang membaca. Dan bagi gue pribadi, semoga bisa istiqomah :)

280512. 1220

Sabtu, 26 Mei 2012

Chongski a.k.a @poconggg

Baru hari ini gue baca blognya @poconggg,  iya uda telat emang. Pas followernya uda 2 juta lebih, gue baru follow dia. Hahaha.. kalo dipikir-pikir agak absurd sih, karena pas mantengin TL nya, ternyata banyak banget abegeh nya yang kebanyakan cewek putih abu-abu / kuliahan (wew), dan gue sempat mikir kalo gue salah follow, karena gue sadar kalo masa kejayaan abegeh gue uda lewat 2 tahun, eh 3, eh 5 tahun, eh au ah bodok. Tapi kalo dibilang salah follow gini, kok followernya dia bisa sampe jutaan. Artis bukan seh? Gantengkah? Bisa kayangkah dia? Penasaran. Dan gue yang tadinya mau unfollow, mendadak dapet wangsit untuk tetep mantengin TLnya.

Well, ganteng sih aslinya dia. Nama aslinya Arief Muhammad. Kece, iya. Keren, juga iya (ini menurut hasil mantengin TLnya dia sih). SO, WHADDUYU EXPECT?? (sori, capslock jebol).

Sampe akhirnya gue pelan-pelan bisa terima dia dengan segala apapun isi yang ada di otaknya. Di saat itu gue sadar kalo gue butuh hiburan. OVJ uda gak cukup menghibur buat gue. Gue butuh jokes yang lebih absurd, fresh dan dalam kemasan yang baru dan unik. Ok, thank God gue kenal Stand Up Comedy (SUC, uda pernah gue bahas sebelumnya disini), dan gue kenal twitter. Iyah, gue emang serba telat untuk paham di sosial media gini. Semacam ndeso, gaptek gitu lah :D Tapi gue mau belajar :) Facebook aja gue telat punya (akhir 2008 apa awal 2009 ya? Au ah), dan twitter ini aja gue baru bikin akhir tahun 2011. Kalo sejarahnya gue punya twitter ini sih karena gue abis putus aja. Hahaha... absurd kan? Iya. Itu karena gue uda 'gak punya teman lagi' (*pukpuk buat gue). Gue nyari teman sebanyak-banyaknya biar bisa move on. Biar gue gak sendiri lagi. Biar gue bisa ketemu the boy(s) next door yang kali aja bisa jadi partner seumur idup gue, amin. Heaaa,, uda cukup ya baris penggalauannya :p

Dengan twitter gue jadi kenal SUC, @poconggg, @shitlicious, @suciutami, daaaann yang lainnya. Truuss yg bikin gue jadi semangat lagi buat mewujudkan blog gue ini, karena di twitter gue nemu blogger-blogger inspirasional. Naaah si @poconggg itu, jujur gue suka dengan style tulisan dia. Meski gue uda bukan abegeh lagi (iya, tauk), karena disini gue BUTUH suatu hiburan yang baru. Duh kesannya jadi kayak gue itu terpuruk banget ya gara-gara putus cinta, sampe segitunya follow akun-akun 'khusus abegeh' (eh iya gak seh? CMIIW ya?) hahaha... Tapi sumpah, gue suka. Gue enjoy. Gue menikmati kehidupan gue yang sekarang. Indeed :)

Uda ya.


260512.0030




Rabu, 23 Mei 2012

Mom!

A for Ariyn

Simple tittle, but a lot of meaning. Disini gue pengen share sekaligus bertanya ke kalian, siapkah menjadi seorang Ibu? Hanya ingin punya anak atau ingin menjadi Ibu? Menjadi seorang Ibu, means kita kudu bisa ngelepasin dunia "sendiri" kita. Karena nanti gak akan ada lagi duduk santai di depan TV nonton sinetron berjam-jam, gak bisa lagi ngemall santai dari mall buka sampe tutup, dan pasti bakalan susah untuk ngopi-ngopi cantik lagi. Seberat itukah pengorbanan seorang Ibu? TIDAK. Bahkan lebih berat dari apa yang kita bayangin. Kenapa bisa gitu? Karena Ibu gak akan mungkin ngebiarin kita pup di celana sampe berjam-jam, Ibu gak akan lengah mengawasi balitanya ketika bermain, Ibu memikirkan gizi, sekolah, dan hampir separuh dari hidup kita, hingga tiba saatnya nanti kita pergi meninggalkan rumah bersama istri/suami kita. 

Itu masih sebagian kecil pengorbanan Ibu. Berserikat dengan Ayah, Ibu akan jauh lebih kuat. Mereka pasti menginginkan pendidikan terbaik dan tertinggi untuk anak-anaknya dan mereka berusaha untuk itu. Gak ada abisnya emang kalo ngomongin ortu, terutama Ibu. Well, sekarang pilihan ada pada diri kita masing-masing, apakah kita akan jadi seorang Ibu yang baik atau hanya sekedar ingin punya anak untuk lucu-lucuan aja, untuk status aja, atau karena paksaan lingkungan. 

Kesiapan memang diperlukan, namun kita yang menganggap tidak mampu untuk menjadi seorang Ibu, itu wajar kok, karena semua berproses. Dan gue percaya kalo kita bisa dan mampu. Karena Ibu yang sebenarnya adalah sosok yang pantang menyerah demi anak-anaknya. Percaya deh :)

 

Untuk Ny.Sudarwati, I love you mom!

 

230512.1945